Oleh Dina Ferisa
Era revolusi industri 4.0 dengan keterampilan abad 21 menjadi hal penting dalam dunia pendidikan. Dalam menghadapi perkembangan saat ini dengan keadaan serba cepat dan dinamis, dunia pendidikan dituntut untuk menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas. Salah satu pendekatan yang muncul dan mendapat perhatian khusus adalah STEAM.
STEAM mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam suatu kerangka yang bersifat holistik dan kontekstual. Tujuannya untuk membekali siswa memiliki kemampuan penalaran kritis, kreativitas dan juga adaptif. Pendekatan ini menhttps://labschoolcibubur.sch.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg lahirnya proyek, eksperimen, dan eksplorasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Apa itu STEAM dan Mengapa Penting?
STEAM merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics. STEAM sebagai pendekatan inderdisipliner dengan menggabungkan lima bidang utama yang mampu menciptakan proses pembelajaran, relevan dengan dunia nyata. Tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, namun menhttps://labschoolcibubur.sch.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg siswa untuk berkolaborasi dan berinovasi melalui proyek-proyek kreatif dengan melibatkan berbagai aspek ilmu dan seni.
STEAM bukan kumpulan dari mata pelajaran yang menjadi satu, akan tetapi merujuk pada sebuah pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan kelima bidang secara menyeluruh dalam satu proses pembejaran. Dengan adanya pendekatan ini, siswa dihttps://labschoolcibubur.sch.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg untuk berpikir seperti inovator—mengamati, mempertanyakan, mengeksplorasi, dan mampu menciptakan—sehingga di masa yang akan datang siap menghadapi tantangan. Tujuan akhirnya dapat membantu siswa mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21.
STEAM di Berbagai Penjuru Negara
Penerapan STEAM saat ini, menjadi prioritas utama dalam pendidikan di berbagai negara. Di Amerika; menumbuhkembangkan minat pada bidang sains dan teknologi sejak dini. Lain halnya dengan Korea Selatan dan Jepang; menekankan pentingnya integrasi teknologi dan desain dalam pendidikan untuk menghadapi industri kreatif dan ekonomi digital. Selain itu di Finlandia yang cukup terkenal dengan keunggulan pendidikan, berfokus pada isu kehidupan nyata yang dapat mengembangkan wawasan secara menyeluruh.
Indonesia pun tidak kalah tertinggal dengan negara lainnya untuk menerapkan STEAM melalui berbagai kegiatan. Potensi unggulan dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang dimiliki, merupakan salah satu yang dapat mengembangkan STEAM. Berbagai jenis komunitas guru, edukator, dan pegiat pendidikan aktif menggaungkan pentingnya STEAM dalam pendidikan.
Baca juga : Dampak Pendidikan STEAM di Korea Selatan
Pendidikan yang tepat khususnya bagi siswa sekolah dasar, diperlukan fondasi kuat dengan menyesuaikan perkembangan zaman saat ini. Beragam model pembelajaran hadir membersamai proses pembelajaran siswa di sekolah. Berikut ini model yang umum digunakan dalam pembelajaran STEAM di sekolah dasar.
1. Project Based Learning (PjBL)
Pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa belajar sambil melakukan, menerapkan ide, dan mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi. Pembelajaran berbais proyek didasarkan pada kontruktivis yang menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman lebih mendalam dan aktif membangun pemahaman mereka melalui aktivitas yang dilakukan. Pembelajaran berbasis proyek didasarkan pada empat gagasan utama yang muncul dari ilmu-ilmu pembelajaran, yaitu : (1) kontruksi aktif, (2) situated learning, (3) interaksi sosial, dan (4) alat kognitif.
2. Problem Based Learning (PBL)
Suatu model pembelajaran yang menjadikan suatu permasalahan nyata sebagai titik awal proses belajar. Siswa diajak untuk menyelidiki, menganalisis, dan memecahkan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Karakteristik PBL diutamakan fokus pada (1) berbasis masalah nyata, (2) belajar terpusat pada siswa, (3) Menggunakan pembelajaran kolaboratif, (4) Guru sebagai Fasilitator, dan (5) Adanya proses Reflektif.
3. Inquiry Based Learning (IBL)
Pendekatan pembelajaran yang menekankan pada keaktifan untuk bisa mengeksplorasi, menggali, dan membangun pemahamannya secara mandiri. Proses yang terjadi menggabungkan antara bertanya, menyelidiki, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari berbagai hal yang ditemui. Fokus utama dalam IBL bertumpu pada rasa ingin tahu yang tinggi. Ciri utama dari IBL antara lain (1) berpusat pada siswa, (2) berbasis pertanyaan, (3) menhttps://labschoolcibubur.sch.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg eksplorasi nyata, (4) melibatkan proses berpikir tingkat tinggi, dan (5) hasil belajar yang dibangun melalui proses berpikir.
4. Integrated Thematic Model
Model Tematik Terpadu merupakan salah satu pilihan yang digunakan di sekolah dasar. Model ini merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran ke dalam satu tema tertentu yang menjadi fokus utama pembelajaran. Salah satu tujuan model ini untuk menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep secara menyeluruh dan bermakna. Karateristik model terpadu antara lain (1) berbasis tema, (2) terpadu antar mata pelajaran, (3) bersifat holistik, (4) fleksibel, (5) aktif dan kontekstual.
Kemunculan beragam model yang digunakan dalam pembelajaran STEAM memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut memberikan pilihan proyek sederhana yang bisa diimplementasikan untuk siswa sekolah dasar. SD Labschool Cibubur, sebagai sekolah juara yang melakukan terobosan baru mengenai STEAM, melaksanakan kegiatan dengan menarik dan bermakna. Proyek sederhana yang dilakukan memberikan kontribusi positif dan memberi ruang berinovasi bagi siswa di sekolah. Berikut ini adalah contoh proyek sederhana yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pembelajaran STEAM.
1. Membuat Jembatan dari Stik Es Krim
Siswa belajar memahami struktur bangunan dan kekuatan material dari stik es krim. Banyak hal yang dipelajari siswa mulai dari gaya dan bebas, mendesain jembatan secara kreatif, mengukur tinggi dan jumlah stik yang digunakan.
2. Penyaringan Air Sederhana dari Botol Bekas
Siswa dapat belajar tentang pentingnya air bersih dan bagaimana mempelajari cara membuat penyaringan air sederhana dari botol bekas. Selain itu, siswa dapat mengukur volume air yang disaring.
3. Membuat Kaleng Telepon
Siswa belajar mengenal getaran suara yang dihasilkan dari gelombang suara. Kaleng dirakit menjadi telepon, dengan mengukur panjang benang yang digunakan, dan menjadikan kaleng bernilai seni.
4. Kebun Mini
Siswa dapat merancang ataupun membangun kebun mini di area sekolah atau rumah. Mereka bisa memulai dengan memilih jenis tanaman, konsep desain kebun, dan mampu merawat tanaman yang ditanam.
5. Membuat Alat Musik Sederhana
Siswa merancang alat musik sederhana dari bahan alam. Salah satu contohnya beras dimasukan ke dalam botol yang nantinya akan menghasilkan suara. Mereka belajar mengenal cara menghasilkan bunyi dari bahan alam.
SD Labschool Cibubur menjadi salah satu sekolah juara yang memprakarsai pembelajaran STEAM. Sekolah dengan keunggulan khas labschool Cibubur yang terintegrasi dengan program Nasional dan Internasional.
Baca juga : Membentuk Anak Menjadi Pribadi Unggul Melalui Pilihan Sekolah Terbaik Sekolah juara, SD Labschool Cibubur menjadi sekolah di kawasan Jakarta Timur yang mengimplementasikan pembelajaran STEAM. Terima kasih telah menyimak artikel Semarak STEAM bergema di penjuru dunia. Daftarkan putra-putri kesayangan Anda di SD Labschool Cibubur sebagia salah satu Sekolah JUara di Jakarta Timur. SD Labschool Cibubur menggunakan model pembelajaran STEAM yang membantu meningkatkan stimulasi siswa sesuai dengan perkembangan zaman. Bila ada informasi yang perlu Anda ketahui, silakan hubungi situs web resmi SD Labschool Cibubur.