Oleh: Septy Suci Kirani, S.Pd., Gr.
Selasa, 09 Desember 2025
Sebagai lanjutan dari kegiatan SAKTI yang telah dilaksanakan pada 31 Oktober s.d. 02 November lalu, SMP Labschool Cibubur tak henti-hentinya mengadakan kegiatan yang menerapkan pendidikan karakter, yakni kegiatan Gelar Karya SAKTI yang dilaksanakan pada 12 November 2025. Gelar Karya SAKTI merupakan rangkaian akhir dari kegiatan SAKTI, setelah melalui rangkaian kegiatan yang cukup panjang, yakni Pra-SAKTI, SAKTI, hingga tibalah Gelar Karya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat penerapan karakter-karakter baik dalam diri para siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengendalikan diri dan berdisiplin, juga menhttps://labschoolcibubur.sch.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg kerja sama dalam tim melalui kolaborasi yang efektif, serta mengasah kreativitas siswa dalam menghasilkan karya orisinal sebagai ekspresi pikiran dan perasaan.
Misi Laut Nusantara, Siswa Tampilkan Prototype Kapal Dinamo dan Kipas Panel Surya
SAKTI tahun ini mengusung tema Misi Laut Nusantara. Hal ini dikarenakan kegiatan SAKTI tahun ini diadakan di Kolat Koarmada I bersama TNI Angkatan Laut. Pada kegiatan tersebut, para siswa mengunjungi Kapal Republik Indonesia (KRI). Dari situlah tersirat ide luar biasa untuk menciptakan prototype kapal dinamo dan kipas panel surya. Hal inilah yang melatarbelakangi projek gelar karya ini menghasilkan produk berupa prototype kapal dinamo dan kipas panel surya.
Untuk menghasilkan kedua produk tersebut, tentunya siswa harus melalui beberapa rangkaian kegiatan terlebih dahulu. Pertama, murid dibagi menjadi beberapa tim pelaut muda. Kemudian, guru pembina memberikan pengarahan tentang misi membuat prototype kipas panel surya dan kapal dinamo surya yang mampu mengapung dan bergerak cepat. Selanjutnya, tim pelaut muda melakukan kegiatan sebagai berikut.
- Perencanaan dan Negosiasi
Dalam pembuatan kedua produk tersebut, siswa membutuhkan dana untuk dapat membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Lalu, bagaimana cara siswa mendapatkan dananya? Cara pertama untuk mendapatkan dananya adalah setiap tim harus menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB Mini) alat dan bahan pembuatan prototype kapal dinamo dan kipas panel surya. Selanjutnya, mereka menyampaikan presentasi singkat (1–2 menit) mengenai strategi pembelanjaan dan prioritas kebutuhan. Setelah presentasi, panitia memberikan uang mainan berupa voucher sesuai hasil penilaian.
- Tantangan Softskill
Dana dari hasil perencanaan dan negosiasi belum cukup untuk membeli bahan-bahan. Maka, yang berikutnya dilakukan adalah setiap tim harus menguasai 12 Gerakan Dasar PBB dan menciptakan kreasi lagu kelompok (yel-yel) feat. gerakan dan lagu pacu jalur. Tim dengan performa terbaik akan mendapat bonus tambahan uang mainan berupa voucher sebagai bentuk apresiasi.

- Belanja di Toko Bahari
Setelah semua tim memiliki voucher, kegiatan yang selanjutnya dilakukan adalah berbelanja di “Toko Bahari”. Setiap tim menukarkan voucher tersebut dengan alat dan bahan yang tersedia di meja “Toko Bahari” yang dijaga panitia. Dalam kegiatan ini, para siswa belajar mengatur anggaran, bernegosiasi, dan memilih bahan yang efisien. Selanjutnya, mereka melaporkan realisasi hasil belanja ke kasir (penguji) masing-masing.
- Membuat Prototype
Setelah berbelanja, setiap tim mulai merakit kapal dinamo dan kapal tenaga surya sesuai rancangan dan bahan yang dimiliki. Setiap tim bebas menentukan model kapal dinamonya, disesuaikan dengan anggaran tim masing-masing. Lalu, mereka menguji apakah kapal tersebut dapat berfungsi dengan baik atau tidak.
- Pengujian Prototype
Tibalah hari yang dinantikan, yang merupakan puncak dari kegiatan gelar karya, yakni pengujian prototype. Kapal yang telah dirakit diuji di kolam. Adapun kriteria penilaiannya, yaitu daya apung, kecepatan, stabilitas, dan arah gerak. Kapal yang mampu mengapung dengan stabil dan cepat, serta dengan jarak tempuh paling jauh, maka akan memperoleh nilai terbaik dari penguji. Begitu pula dengan kipas. Kipas yang dapat berfungsi dengan baik, baling-balingnya akan selalu berputar jika berada di bawah sinar matahari.
Selain pengujian prototype kapal dan kipas, setiap tim juga berlomba-lomba membuat stand terbaik. Mereka menghias dengan penuh antusias dan kreativitas. Tantangan yang mereka hadapi adalah ketika mempertahankan standnya agar tidak rusak saat terkena angin karena lokasinya di lapangan outdoor. Di stand masing-masing, setiap tim menjelaskan proses perancangan, pengelolaan dana, dan tantangan, serta solusi selama pembuatan. Stand yang paling lama bertahan dan paling menarik, serta tim yang mampu menjelaskan dengan baik akan mendapat nilai terbaik dari penguji.

Misi Laut Nusantara merupakan kegiatan yang sangat luar biasa karena mencakup berbagai aspek yang cocok untuk pendidikan karakter. Aspek-aspek tersebut, antara lain sebagai berikut.
- Aspek pengetahuan dan Keterampilan
Pada aspek pengetahuan dan keterampilan, siswa harus memahami konsep dasar gaya apung, energi listrik, dan mekanika sederhana melalui pembuatan kapal dinamo dan kipas panel surya, kemudian menerapkan pengetahuan tersebut untuk menghasilkan prototype yang dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, siswa menguasai keterampilan dasar perencanaan proyek, mulai dari penyusunan anggaran hingga pengujian hasil. Dalam hal ini, siswa harus terampil dalam mengelola sumber daya secara efisien, termasuk dana (uang mainan) dan bahan yang digunakan.
- Aspek Soft Skill dan Karakter
Pada aspek ini, siswa menunjukkan kedisiplinan, kekompakan, dan semangat nasionalisme melalui pelaksanaan PBB dan yel-yel. Siswa juga dapat meningkatkan kemampuan kerja sama dan komunikasi tim selama perencanaan dan pembuatan kapal dan kipas. Selain itu, siswa dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, pantang menyerah, dan percaya diri dalam menyelesaikan tantangan proyek. Siswa pun menampilkan kepemimpinan dan pengambilan keputusan dalam situasi terbatas (anggaran, waktu, bahan).
- Aspek Kreativitas dan Inovasi
Aspek kreativitas dan inovasi dapat dilihat dari kemampuan siswa merancang dan menciptakan karya orisinal berupa kipas dan kapal dinamo yang berfungsi sesuai kriteria daya apung dan kecepatan. Siswa juga mampu menampilkan pemikiran kreatif dan solusi inovatif terhadap kendala teknis selama proses pembuatan. Selain itu, siswa mengintegrasikan unsur seni dan teknologi dalam desain kapal maupun penampilan kelompok.
- Aspek Evaluasi dan Refleksi diri
Aspek evaluasi dan refleksi diri dapat dilihat dari kemampuan siswa menjelaskan proses dan hasil kerja melalui presentasi yang sistematis dan percaya diri. Dalam hal ini, siswa menyadari pentingnya kolaborasi, perencanaan, dan manajemen waktu dalam menyelesaikan sebuah proyek. Siswa melakukan refleksi terhadap kekuatan dan kelemahan timnya sebagai dasar perbaikan di proyek berikutnya.
Gelar karya tahun ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran dapat dikemas menarik, kontekstual, dan berdampak pada pola pikir masa depan siswa. Gelar Karya SAKTI 2025 bukan sekadar pameran hasil belajar. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk berinovasi, peduli lingkungan, dan berani membayangkan teknologi masa depan. Hal ini sejalan dengan SMP Labschool Cibubur yang menerapkan pendidikan karakter. Melalui karya seperti kapal dinamo dan kipas panel surya, siswa dapat mengambil peran dalam menjaga laut dan bumi Nusantara.
Baca juga: SAKTI 2025: Membentuk Siswa Menjadi Pemimpin yang Berdaya Juang Kuat, Disiplin, dan Mandiri