Oleh: Intan Nurul Aziza, S.Pd.
SMP Labschool Cibubur kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang riset dan inovasi tingkat nasional serta internasional. Pada kompetisi National Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (NISEEF) dan ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2026 yang berlangsung pada 9–12 Februari 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang, para murid berhasil meraih dua Gold Medal dan dua Silver Medal dari empat tim yang berpartisipasi.
Keikutsertaan SMP Labschool Cibubur dalam kompetisi NISEEF dan AISEEF menjadi bukti konsistensi sekolah dalam mengembangkan budaya riset, inovasi, dan kewirausahaan sejak jenjang SMP.
Dua Gold Medal dari Ajang AISEEF 2026
Prestasi gemilang pertama diraih pada kategori Environmental Science oleh Tim B yang terdiri atas Nisrin Nimeesha, Reina Khalisa Wirasto, Alika Azzahra, dan Kenzie Waskita Fideidaffazka. Tim ini mengangkat penelitian pemanfaatan limbah dapur kantin menjadi pupuk cair untuk budidaya Luffa acutangula sebagai alternatif spons pencuci piring alami yang ramah lingkungan. Penelitian tersebut menghadirkan solusi kreatif terhadap pengelolaan limbah sekaligus pemanfaatan bahan alami.
Gold Medal kedua diperoleh pada kategori Innovation Science oleh Tim C yang beranggotakan Atthaya Anindyta Wijaya, Khayira Nadif, Sachi Kirana Hadid Lubis, Ishana Beby Mikaila, dan Shanum Azzahra Disyaputeri. Tim ini mengembangkan inovasi produk facial wash berbahan madu dan ekstrak melon yang diformulasikan untuk membantu meningkatkan hidrasi kulit melalui pendekatan ilmiah berbasis bahan alami.
Raih Dua Silver Medal di Bidang Sosial dan Inovasi
Selain dua medali emas, murid SMP Labschool Cibubur juga meraih dua Silver Medal dari kategori berbeda.
Pada ajang NISEEF kategori Social Science, Tim A yang terdiri atas Keandra Atqayalaa Noverto, Aimar Keigo Althafi, dan Aidan Rayka Dewabrata mengembangkan platform “Teen Skill”, yaitu media freelance berbasis pembelajaran untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan remaja usia 13–17 tahun. Inovasi ini menekankan pentingnya pengalaman praktik dalam membangun keterampilan ekonomi kreatif sejak dini.
Sementara itu, Silver Medal lainnya diraih pada kategori Innovation Science AISEEF oleh Tim D yang beranggotakan Kania Nayyara Maheswari, Farhaira Atmadeva Bachtiar, Hanadia Nayla Davtya, Nindyfa Keisya Hakim, Brenda Askana Sakhi Sarda, dan Syafiqa Zivana Rivansyah. Penelitian yang diangkat berupa pembuatan sendok sekali pakai berbahan tepung sagu dan serbuk selulosa daun pandan sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti sendok plastik.
Presentasi Riset dan Penguatan Budaya
Selama kompetisi berlangsung, para murid tidak hanya menampilkan produk inovasi, tetapi juga mempresentasikan hasil penelitian di hadapan dewan juri serta peserta dari berbagai daerah dan negara ASEAN. Seluruh karya disusun mengikuti kaidah ilmiah, mulai dari perumusan masalah, metodologi penelitian, hingga penyusunan abstrak akademik.

Perwakilan Tim Bersama Dewan Juri
Proses persiapan dilakukan secara intensif sejak akhir Desember 2025 hingga Februari 2026 melalui pendampingan guru pembimbing serta dukungan penuh civitas SMP Labschool Cibubur.
Partisipasi dalam ajang riset internasional seperti NISEEF dan AISEEF menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun literasi ilmiah serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis setiap murid. Melalui kegiatan riset, murid tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memahami proses ilmiah dan belajar menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Komitmen SMP Labschool Cibubur dalam Pengembangan Riset Murid
Keikutsertaan dan prestasi murid dalam ajang NISEEF dan AISEEF 2026 menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membangun budaya riset yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pembinaan, pendampingan, dan kompetisi ilmiah, sekolah terus menhttps://labschoolcibubur.sch.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg murid untuk mengembangkan potensi akademik, kreativitas, serta kepedulian terhadap permasalahan di sekitar. Proses tersebut turut memperkuat berbagai aspek pengembangan murid sebagai berikut:
- Penguatan Budaya Riset dan Inovasi
Prestasi pada ajang NISEEF dan AISEEF 2026 menunjukkan komitmen sekolah dalam menhttps://labschoolcibubur.sch.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg murid untuk aktif melakukan penelitian serta menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat. - Pengembangan Potensi Kewirausahaan Murid
Melalui proyek riset, murid tidak hanya belajar konsep ilmiah, tetapi juga dilatih melihat peluang penerapan hasil inovasi dalam kehidupan nyata dan dunia kewirausahaan. - Penumbuhan Kepedulian Terhadap Isu Sosial dan Lingkungan
Tema-tema penelitian diarahkan agar murid lebih peka terhadap permasalahan di sekitar, sehingga riset yang dilakukan memiliki nilai kebermanfaatan bagi masyarakat dan lingkungan. - Peningkatan Kompetensi Global Sejak Usia Dini
Partisipasi dalam kompetisi nasional dan internasional melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta kepercayaan diri murid dalam berinteraksi di tingkat global. - Motivasi Berprestasi Secara Berkelanjutan
Keberhasilan yang diraih diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh murid untuk terus berkarya, mengembangkan ide kreatif, dan meraih prestasi di berbagai bidang.
Baca juga:
Perkuat Keterampilan Global, SMP Labschool Cibubur Hadirkan FOCUS dengan Pendekatan STEAM
Labschool Gelar Fun Walk ONELABS 2026, Peserta Capai 7.000 Orang!
Alt text : Murid SMP Labschool Cibubur meraih prestasi dalam ajang National Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (NISEEF) dan ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2026 di Semarang.