Oleh : Bustanil Arifin, M.Pd
Rabu Pagi yang Bermakna di SD Labschool Cibubur
Setiap Rabu pagi, suasana di SD Labschool Cibubur terasa berbeda. Di kelas, musholla, hingga koridor, para siswa duduk rapi dengan mushaf di tangan. Ayat demi ayat dari Juz 30 dilantunkan dengan penuh semangat dan kekhusyukan.
Inilah kegiatan BERBAKTI (Bersama Membaca Kitab Suci), program pembiasaan membaca dan murojaah Al-Qur’an yang menjadi ciri khas sekolah. Tujuannya bukan hanya memperlancar bacaan, tetapi juga menumbuhkan cinta terhadap Al-Qur’an sejak usia sekolah dasar.
Walaupun dikenal sebagai sekolah umum berwawasan nasional dan internasional, SD Labschool Cibubur membuktikan bahwa pendidikan karakter Islami dapat berjalan harmonis dengan pembelajaran akademik modern. Melalui pembiasaan ini, siswa tidak hanya belajar membaca, tetapi juga termotivasi menghafal Juz 30 dengan dukungan guru dan keluarga.
Baca juga : Pendidikan itu Penting, Karakter Lebih Penting! Kenali Sekolah yang Punya Keduanya
Program BERBAKTI: Pembiasaan yang Melahirkan Hafiz Qur’an
Program BERBAKTI dilaksanakan rutin setiap Rabu pagi. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual seluruh warga sekolah; guru, siswa, hingga tenaga pendidik untuk bersama-sama membaca dan mengulang hafalan Al-Qur’an.
Melalui kegiatan yang konsisten, menyenangkan, dan penuh makna, tumbuhlah minat dan motivasi anak-anak untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Siswa yang awalnya sekadar murojaah kini mulai menargetkan hafalan satu hingga dua juz.
Data sekolah menunjukkan, setiap tahunnya terdapat sekitar 5–10 siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30, dan beberapa mulai melanjutkan ke Juz 29. Hasil ini membuktikan bahwa program tahfiz di sekolah umum juga dapat melahirkan hafiz dan hafizah muda yang berkarakter. Ada beberapa tahapan yang dilakukuan sebelum apresiasi diberikan :
1. Tahap pembinaan.
Tahap ini adalah proses sistematis dan berkelanjutan dalam rangka menguatkan hafalan dengan cara mengulang kembali dalam waktu kurang lebih satu bulan. Dalam tahap pembinaan ini diswa dihttps://labschoolcibubur.sch.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg kembali untuk mengulang kembali atau menuntaskan hafalannya dari surah An – Naas hingga An – Naba.
2. Tahap Uji Publik
Tahap ini dilakukan untuk menguji peserta menunjukkan kemampuan hafalannya guna mengukur kelancaran, ketepatan, dan kekuatan hafalan. Setelah semua proses dilalui, peserta akan diapresiasi.
Apresiasi Tahfiz Juz 30: Momen Haru Bersama Orang Tua
Sebagai bentuk penghargaan atas ketekunan siswa, SD Labschool Cibubur menyelenggarakan Apresiasi Tahfiz Juz 30. Dalam acara ini, para penghafal tampil di depan umum didampingi orang tua mereka.
Suasana haru menyelimuti ketika anak-anak melantunkan hafalan di hadapan keluarga dan guru. Bagi orang tua, momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan buah nyata dari pendidikan spiritual di sekolah.
“Awalnya kami ragu memasukkan anak ke sekolah umum. Tapi ternyata SD Labschool Cibubur memberikan ruang luar biasa untuk mendekatkan anak-anak pada Al-Qur’an,” ujar salah satu wali murid dengan penuh rasa syukur.
Apresiasi ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai Qur’ani sejak dini.

Sinergi Sekolah, Guru, dan Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Qur’ani
Keberhasilan program BERBAKTI tidak lepas dari sinergi sekolah dan keluarga. Guru-guru pendamping sabar membimbing murojaah dan memberi motivasi, sementara orang tua mendukung hafalan di rumah.
Sekolah juga melakukan pembinaan lanjutan bagi para hafiz agar hafalan mereka tetap terjaga dan meningkat ke juz berikutnya. Kolaborasi ini memperkuat nilai pendidikan karakter Islami, sebagaimana prinsip Catur Pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media yang saling bersinergi membentuk generasi berakhlak mulia.
Sekolah Umum dengan Jiwa Islami
Sebagai sekolah umum, SD Labschool Cibubur terus menegaskan jati dirinya sebagai Sekolah Juara yang mengedepankan keseimbangan antara akademik, karakter, dan spiritualitas.
Melalui program murojaah dan tahfiz Juz 30, sekolah ini mampu menciptakan lingkungan yang humanis, religius, dan berorientasi nilai-nilai Qur’ani, tanpa mengesampingkan mutu akademik.
Program ini menjadi contoh bahwa pendidikan Qur’ani tidak hanya milik sekolah berbasis agama, tetapi dapat tumbuh di sekolah umum yang berkomitmen pada pembentukan karakter spiritual siswa.
Menanam Cinta Al-Qur’an Sejak Dini
Program BERBAKTI (Bersama Membaca Kitab Suci) di SD Labschool Cibubur membuktikan bahwa pembiasaan sederhana namun konsisten dapat menumbuhkan generasi Qur’ani.
Dari kegiatan rutin setiap Rabu pagi, lahirlah anak-anak yang mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua, dan membanggakan sekolah. Apresiasi tahfiz bukan sekadar perayaan hafalan, tetapi perayaan cinta, ketekunan, dan kolaborasi pendidikan antara guru, siswa, dan keluarga.
Mari dukung terus program tahfiz dan pembiasaan Qur’ani di sekolah! Bersama, kita tumbuhkan generasi cerdas dan berakhlak Qur’ani yang menjadi cahaya bagi masa depan bangsa.Baca juga : Budaya Sekolah Juara – Memuliakan Peserta Didik